Catatan: BLCAFE membaca postingan Facebook ini membantu kita semua.
Renungan Harian
Mulfi-Function and Multi-Purpose Cafe for Web Hosting, Papua Coffee, Business Incubation, Healing & Well-being, Ticketing Cafe, Hotel Booking Cafe and Car Hiring, Multi payment and Papua Traditional Food Cafe
Banana Leaf Cafe pertama kali diluncurkan di kota Gudeg, D I Yogyakarta, tepatnya di Jl. Bedreg, No.39, Sambilegih, Depok-Sleman. Setelah dua tahun, PAPUAmart.com sebagai Toko Online pertama dari tanah Papua didirikan.
Setelah beberapa tahun diluncurkan di D I Yogyakarta, Banana Leaf Cafe juga diluncurkan di Jayapura, tepatnya di daerah Skyline (lintas jalan baru), tersedia menu: Erom (Ubi) Bakar + Minyak Tawy dan Mbingga.
Banana Leaf Cafe juga melani pembelian tiket pesawat, tiket kereta api, pulsa biasa, pulsa data, pulsa listrik, pembayaran tagihan PDAM, berbagai macam layanan lainnya. Info lengkapnya bisa menghubungi kami di: 6282210183000
Banana Leaf Cafe juga diluncurkan di Wamena Town Centre. BL Cafe Wamena langsung dibuka oleh Kantor Pusat Koperasi Seba Usaha (KSU) Baliem Arabica bersama dengan pendiri Banana Leaf Cafe 2 di Skyline, Kota Jayapura.
Selain menyediakan menu makanan, minuman dan pembelian tiket serta pulsa, Banana Leaf Cafe juga menyediakan layanan Web dan Hosting serta layanan pembelian domain hingga desain website.
Catatan: BLCAFE membaca postingan Facebook ini membantu kita semua.
Renungan Harian
Mi lesin lo ol toktok we Sista blong kanaky ia I stap ridim. Hemi rid long pure bislama mo mi capturem last sentence blong toktok blong hem.." Oli bin stilimaot freedom blong mi" hemi mekem mi stap recall back long visit blong Marcon.
Yumi glad, yumi singsingaot from hemi visitim yumi , behind all the applauded lies a criminal who stole the freedom of our own race.
Masaklah makanan mu sendiri dan anda akan rasakan betapa sehat dan girang tubuh anda menerimanya.
Ini semacam khotbah yang keluar dari rumah nurani saya sendiri saat Kogoyanak Modla dan saya masak makanan sendiri di rumah Kogoyanak Modla.
Ini pernyataan tulus dan spontan dari tubuh saya yang menerima makanan ke dalam tubuh dan disiarkan oleh nurani saya sendiri.
Saya Harap kita berhenti makan makanan buatan orang lain yang dibuay bukan dengan kasih sayang tetapi dalam tekanan boss Warung atau bisa rumah.
Biasakan masak sendiri dan Makanlah, tinggalkan Cara suruh orang lain masak untuk anda
Harap maklum adanya
Dalam waktu tidak lama lagi akan dibuka sebuah BANANALEAF.CAFE di ibukota Papua New Guinea Port Moresby. Demikian kata Jhon Yonathan Kwano sebagai Enterpreneur Papua yang baru-baru ini baru balik dari Port Moresby.
Menurut Kwano baik orang Indonesia atau negara Indonesia secara keseluruhan maupun Orang Asli Papua (OAP) secara khusua sangat naive membiarkan pasar produksi Indonesia di PNG diambil alih oleh Filipina dan warung makan mereka dimonopoli pedagang Bangladesh yqng secara selera dan layanan akan sangat jauh lebih menang karena lebih enak layanan dan produksi dari Indonesia.
Menurut Kwano hubungan dagang PNG - Indonesia masih jauh sangat jauh dari seharusnya karena pemerintah sibuk urus politik.
"Emangnya politik itu menu makanan asal mana dan pesanan siapa?" tanya Kwano
Kwano melanjutkan
Siapa yang kasih nasehat kepada kedutaan besar Indonesia di Port Moresby? Kok mereka hanya makan-minum politik? Kebun politik di Indonesia mana?
Jhon Yonathan Kwano selanjutnya meminta kepada pengusaha, bank, pemerintah di seluruh Indonesia untuk memikirkan merebut pasar Melanesia dari tangan India, Bangladesh, China dan Vietnam yang secara geografis, historis dan budaya jauh sekali dari Melanesia.
Saya punya teman atau sebutan kekerabatan saya adalah Nggombogwe datang berkunjung ke Tanah Papua terkait dengan pemulangan hewan New Guinea khususnya bagian Barat New Guinea dari berbagai tempat di Asia: Jawa, Singapore, Hong Kong.
Hewan dimaksud adalah hasil sitaan BKSDA di wilayah Indonesia dan bagian customs di negara luar.
Singkat cerita sebelum beberapa kasuari dipulangkan Nggombogwe datang dalam rangka memastikan proses integrasi kembali ke alam asalnya terjadi mulus alamiah.
Yang mengejutkan fokus perhatian dan komentar Nggombogwe justru tentang kuliner Papua. Nggombogwe akhirnya sangat kecewa tidak ada satu pun warung makan, atau paling tidak cafe yang dimiliki oleh OAP (Orabg Asli Papua) .
Lebih kecewa lagi melihat banyak menu makanan yang tersedia di hotel-hotel besar di Jayapura pun tidak satupun ketemu dimasak oleh Perempuan Asli Papua (PAP). justru kam temukan hampir semuanya adalah Perempuan Palsu Papua (P3).
Nggombogwe mengeluh, mengejek, menolak, menendang-nendang tanah, sampai menjerit: why, why, why are you so ignorant, so passive, so......? ? ?
Saya bilang dia, kau tanyakan saja kepada PAP dulu, setelah itu tanyakan kepada semua OAP. Kalau tidak saya sendiri bisa salah. jawab.
Apa jawaban mu hai pembaca setia ku?
SANTA MARIA DE DOTA, Costa Rica (Thomson Reuters Foundation) - Climbing the steep slope by his house, Fernando Solis Arguedas examined a leaf on one of his 50-year-old trees that produces arabica beans for the world's first officially certified carbon neutral coffee.
Blaming an increasingly unpredictable climate for the first spots of roya fungus, he explained how sustainable techniques such as reducing chemical sprays and planting more shade trees meant higher prices for his coffee cooperative, Coopedota.
But forget organic. Carbon neutral produce has become the buzz term in the Central American nation of 5 million people as countries look to slash greenhouse gas emissions from agriculture while feeding growing populations.
Source; https://mobile.reuters.com/article/amp/idUSKCN1IN04G?__twitter_impression=true