Booking Hotel & Tiket Tanpa Agen
Thursday, 31 October 2019
Friday, 1 March 2019
Masaklah makanan sendiri dan Makanlah makanan lokal
Masaklah makanan mu sendiri dan anda akan rasakan betapa sehat dan girang tubuh anda menerimanya.
Ini semacam khotbah yang keluar dari rumah nurani saya sendiri saat Kogoyanak Modla dan saya masak makanan sendiri di rumah Kogoyanak Modla.
Ini pernyataan tulus dan spontan dari tubuh saya yang menerima makanan ke dalam tubuh dan disiarkan oleh nurani saya sendiri.
Saya Harap kita berhenti makan makanan buatan orang lain yang dibuay bukan dengan kasih sayang tetapi dalam tekanan boss Warung atau bisa rumah.
Biasakan masak sendiri dan Makanlah, tinggalkan Cara suruh orang lain masak untuk anda
Harap maklum adanya
Monday, 11 February 2019
Saturday, 3 November 2018
Very rational and sound argument Yes Celebrate Our Custom and Culture
Makanya kita tahu hari ini pakaian adat masing-masing suku/ tempat berbeda-beda, karena memang disesuaikan dengan kondisi alam dan kebutuhan sosial-budaya sekitar.
Sekarang apa? Semua pakai sepatu, semua pakai celana, semua pakai baju, semua SAMA dalam berpakaian. Kita dihibur dengan pakaian motif Papua, motif Jawa, motif Batak, tetapi TETAP kita disuruh berpakaian.
Semua dikomersialisasi, hidup dan budaya kita dikomersialisasi. Dan kita tidak pernah sadar. Kita berpikir berpaiaan modern ialah sebuah kewajiban, dan kita tidak pernah tahu bahwa kewajiban itu mematikan kita.
Luarbiasa, di satu sisi kita bialng pintar, di sisi lain kita kelihat jelas lebih bodoh daripada hewan lain yang selama ini kita anggap derajadnya lebih renda. Hmmmmmm
https://youtu.be/TpX4e4nC4Uk
Monday, 29 October 2018
Tuesday, 16 October 2018
BANANALEAF.CAFE akan Dibuka di Port Moresby PNG
Dalam waktu tidak lama lagi akan dibuka sebuah BANANALEAF.CAFE di ibukota Papua New Guinea Port Moresby. Demikian kata Jhon Yonathan Kwano sebagai Enterpreneur Papua yang baru-baru ini baru balik dari Port Moresby.
Menurut Kwano baik orang Indonesia atau negara Indonesia secara keseluruhan maupun Orang Asli Papua (OAP) secara khusua sangat naive membiarkan pasar produksi Indonesia di PNG diambil alih oleh Filipina dan warung makan mereka dimonopoli pedagang Bangladesh yqng secara selera dan layanan akan sangat jauh lebih menang karena lebih enak layanan dan produksi dari Indonesia.
Menurut Kwano hubungan dagang PNG - Indonesia masih jauh sangat jauh dari seharusnya karena pemerintah sibuk urus politik.
"Emangnya politik itu menu makanan asal mana dan pesanan siapa?" tanya Kwano
Kwano melanjutkan
Siapa yang kasih nasehat kepada kedutaan besar Indonesia di Port Moresby? Kok mereka hanya makan-minum politik? Kebun politik di Indonesia mana?
Jhon Yonathan Kwano selanjutnya meminta kepada pengusaha, bank, pemerintah di seluruh Indonesia untuk memikirkan merebut pasar Melanesia dari tangan India, Bangladesh, China dan Vietnam yang secara geografis, historis dan budaya jauh sekali dari Melanesia.
Tuesday, 25 September 2018
Nggombogwe dan Warung. Makan Papua di Jayapura = NOL
Saya punya teman atau sebutan kekerabatan saya adalah Nggombogwe datang berkunjung ke Tanah Papua terkait dengan pemulangan hewan New Guinea khususnya bagian Barat New Guinea dari berbagai tempat di Asia: Jawa, Singapore, Hong Kong.
Hewan dimaksud adalah hasil sitaan BKSDA di wilayah Indonesia dan bagian customs di negara luar.
Singkat cerita sebelum beberapa kasuari dipulangkan Nggombogwe datang dalam rangka memastikan proses integrasi kembali ke alam asalnya terjadi mulus alamiah.
Yang mengejutkan fokus perhatian dan komentar Nggombogwe justru tentang kuliner Papua. Nggombogwe akhirnya sangat kecewa tidak ada satu pun warung makan, atau paling tidak cafe yang dimiliki oleh OAP (Orabg Asli Papua) .
Lebih kecewa lagi melihat banyak menu makanan yang tersedia di hotel-hotel besar di Jayapura pun tidak satupun ketemu dimasak oleh Perempuan Asli Papua (PAP). justru kam temukan hampir semuanya adalah Perempuan Palsu Papua (P3).
Nggombogwe mengeluh, mengejek, menolak, menendang-nendang tanah, sampai menjerit: why, why, why are you so ignorant, so passive, so......? ? ?
Saya bilang dia, kau tanyakan saja kepada PAP dulu, setelah itu tanyakan kepada semua OAP. Kalau tidak saya sendiri bisa salah. jawab.
Apa jawaban mu hai pembaca setia ku?








