Booking Hotel & Tiket Tanpa Agen
Tuesday, 21 January 2020
Saturday, 18 January 2020
Thursday, 31 October 2019
Friday, 1 March 2019
Masaklah makanan sendiri dan Makanlah makanan lokal
Masaklah makanan mu sendiri dan anda akan rasakan betapa sehat dan girang tubuh anda menerimanya.
Ini semacam khotbah yang keluar dari rumah nurani saya sendiri saat Kogoyanak Modla dan saya masak makanan sendiri di rumah Kogoyanak Modla.
Ini pernyataan tulus dan spontan dari tubuh saya yang menerima makanan ke dalam tubuh dan disiarkan oleh nurani saya sendiri.
Saya Harap kita berhenti makan makanan buatan orang lain yang dibuay bukan dengan kasih sayang tetapi dalam tekanan boss Warung atau bisa rumah.
Biasakan masak sendiri dan Makanlah, tinggalkan Cara suruh orang lain masak untuk anda
Harap maklum adanya
Monday, 11 February 2019
Saturday, 3 November 2018
Very rational and sound argument Yes Celebrate Our Custom and Culture
By Kopi Papua05:43custom clothing, healthy living, modern clothing, modernization, traditional clothingNo comments
Menarik mendengar komentartor ini katakan bahwa sebenarnya PAKAIAN itu diciptakan terutama untuk BISNIS, Kita dipaksa mengenakan pakaian, padahal ada banyak resiko penyakit yang kita derita akibat memakai pakaian modern buatan orang Barat. Padahal pakaian Adat sangat sehat, dan sudah di-uji-coba oleh nenek-moyang kita jutaan tahun lamanya, dan mereka temukan yang paling cocok untuk mereka di tempat mereka ialah pakaian yang mereka punya di tempat mereka masing-masing.
Makanya kita tahu hari ini pakaian adat masing-masing suku/ tempat berbeda-beda, karena memang disesuaikan dengan kondisi alam dan kebutuhan sosial-budaya sekitar.
Sekarang apa? Semua pakai sepatu, semua pakai celana, semua pakai baju, semua SAMA dalam berpakaian. Kita dihibur dengan pakaian motif Papua, motif Jawa, motif Batak, tetapi TETAP kita disuruh berpakaian.
Semua dikomersialisasi, hidup dan budaya kita dikomersialisasi. Dan kita tidak pernah sadar. Kita berpikir berpaiaan modern ialah sebuah kewajiban, dan kita tidak pernah tahu bahwa kewajiban itu mematikan kita.
Luarbiasa, di satu sisi kita bialng pintar, di sisi lain kita kelihat jelas lebih bodoh daripada hewan lain yang selama ini kita anggap derajadnya lebih renda. Hmmmmmm
https://youtu.be/TpX4e4nC4Uk
Makanya kita tahu hari ini pakaian adat masing-masing suku/ tempat berbeda-beda, karena memang disesuaikan dengan kondisi alam dan kebutuhan sosial-budaya sekitar.
Sekarang apa? Semua pakai sepatu, semua pakai celana, semua pakai baju, semua SAMA dalam berpakaian. Kita dihibur dengan pakaian motif Papua, motif Jawa, motif Batak, tetapi TETAP kita disuruh berpakaian.
Semua dikomersialisasi, hidup dan budaya kita dikomersialisasi. Dan kita tidak pernah sadar. Kita berpikir berpaiaan modern ialah sebuah kewajiban, dan kita tidak pernah tahu bahwa kewajiban itu mematikan kita.
Luarbiasa, di satu sisi kita bialng pintar, di sisi lain kita kelihat jelas lebih bodoh daripada hewan lain yang selama ini kita anggap derajadnya lebih renda. Hmmmmmm
https://youtu.be/TpX4e4nC4Uk








