About Banana Leaf Cafe

Banana Leaf Cafe pertama kali diluncurkan di kota Gudeg, D I Yogyakarta, tepatnya di Jl. Bedreg, No.39, Sambilegih, Depok-Sleman. Setelah dua tahun, PAPUAmart.com sebagai Toko Online pertama dari tanah Papua didirikan.

Banana Leaf Cafe Jayapura

Setelah beberapa tahun diluncurkan di D I Yogyakarta, Banana Leaf Cafe juga diluncurkan di Jayapura, tepatnya di daerah Skyline (lintas jalan baru), tersedia menu: Erom (Ubi) Bakar + Minyak Tawy dan Mbingga.

Tiket Papua

Banana Leaf Cafe juga melani pembelian tiket pesawat, tiket kereta api, pulsa biasa, pulsa data, pulsa listrik, pembayaran tagihan PDAM, berbagai macam layanan lainnya. Info lengkapnya bisa menghubungi kami di: 6282210183000

Banana Leaf Cafe Wamena

Banana Leaf Cafe juga diluncurkan di Wamena Town Centre. BL Cafe Wamena langsung dibuka oleh Kantor Pusat Koperasi Seba Usaha (KSU) Baliem Arabica bersama dengan pendiri Banana Leaf Cafe 2 di Skyline, Kota Jayapura.

PAPUA Web Host

Selain menyediakan menu makanan, minuman dan pembelian tiket serta pulsa, Banana Leaf Cafe juga menyediakan layanan Web dan Hosting serta layanan pembelian domain hingga desain website.

Booking Hotel & Tiket Tanpa Agen

Sunday, 28 December 2025

Rayakan Natal secara Sederhana, Merayakan Kelahiran di Kandang Binatang: Bacaan: 1 Timotius 6:6-10

 Catatan: BLCAFE membaca postingan Facebook ini membantu kita semua.



Renungan Harian

Bacaan: 1 Timotius 6:6-10
Setahun: 1 Yohanes 1-5
Ini Kan Natal!
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. (1 Timotius 6:8)
Menyambut Natal, sebagian orang merasa penting melakukan banyak persiapan.
Mengecat ulang dinding rumah, mengganti gorden dan sofa dengan yang baru, memasang ornamen Natal, menyiapkan kado, hantaran, serta berbagai menu istimewa untuk menyambut tamu.
Belum lagi baju dan sepatu baru untuk menghadiri ibadah dan perayaan Natal.
Selain menjadi hari besar, Natal pun adalah anggaran besar. Namun, sebagian orang merasa hal itu wajar, sebab, "Ini kan Natal!"
Menyambut momen berharga dengan segala yang terbaik tidaklah salah.
Masalahnya adalah ketika tuntutan kemeriahan dan kemewahan membuat kita lupa bersyukur. Merasa tidak cukup dengan kecukupan yang ada, menuntut Tuhan memberi kemewahan.
Pada momen-momen seperti ini mestinya kita ingat akan pesan Rasul Paulus kepada Timotius yang berbunyi, "Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah."
Bukankah Tuhan Yesus sendiri yang mengajarkan kepada umat untuk merasa cukup, bahkan bersyukur dalam kesederhanaan? Yesus pun lahir dalam kesederhanaan. Namun, ia memiliki kehidupan rohani yang sempurna.
Inilah yang semestinya menjadi teladan kita! Secara jasmani kita harus merasa cukup dengan hidup dalam kesederhanaan. Namun, secara rohani, kita harus mengejar kesempurnaan.
Bukan tampilan luar, melainkan hati yang harus dilayakkan untuk menyambut Yesus.
Hati yang hidup dalam pertobatan, terbuka kepada didikan kebenaran, serta memiliki semangat untuk mengasihi dan melayani.
Sebab "kelahiran kembali" dalam pertobatan, kekudusan, ketaatan, syukur, dan kasih, inilah Natal .
JANGANLAH HIDUP KITA DIKUASAI OLEH CINTA AKAN UANG, MELAINKAN
PUASLAH DENGAN YANG ADA PADA KITA! BUKANKAH TUHAN TIDAK
AKAN MEMBIARKAN ATAU MENINGGALKAN KITA ,TUAH SELALU BERSAMA KITA DAN TUHAN ITU ADA DIMANA_MANA 💙
akhir kata selamat natal menjogsong tahun baru yg ke 205_ 2026,